Home » 10 Destinasi Wisata Unggulan di Semarang

10 Destinasi Wisata Unggulan di Semarang

by galeriwisata.id
Galeri Wisata

SEMARANG memang bukan kota tujuan wisata layaknya Jogja atau Denpasar. Namun, tahun demi tahun perbaikan sarana prasarana, destinasi hingga infrastruktur terus dilakukan.

Terbukti di tahun 2018 lalu, sebanyak 5,3 juta wisatawan berkunjung ke sini. Beberapa destinasi menjadi favorit pengunjung.

Dan berikut, 10 destinasi wisata unggulan di Semarang menurut MinGal. Hayo, mana saja yang pernah kamu kunjungi?

1.      Lawang Sewu dan Tugu Muda

Galeri Wisata

Kedua tempat ini lokasinya berdekatan. Bahkan berhadap-hadapan sehingga memudahkan untuk mengakses kedua lokasi tersebut.

Lawang Sewu merupakan bangunan caga budaya yang saat ini dikelola oleh PT KAI. Dengan berbagai pembenahan dan revitalisasi, tahun lalu tempat ini dikunjungi 1 juta orang pengunjung.

Sisi lebihnya adalah banyaknya jendela-jendela besar mirip pintu yang akhirnya banyak orang menyebut dengan Lawang Sewu (pintu seribu). Selain itu, masih ada jendela kaca patri yang masih asli dari Belanda.

Ada pula sumur dengan kedalaman ratusan meter di dekat pintu masuk. Dikaitkan dengan sisi mistis, sebuah ruang bawah tanah untuk penyiksaan tahanan di era penjajahan Jepang, membuat penasaran banyak orang.

Mau berfoto atau ambil video vlog, tempat ini cocok banget. Sukur-sukur kamu mau iseng ngitung jumlah total pintunya hehehe

Kalau Tugu Muda, ini adalah tugu perjuangan yang melambangkan semangat anak-anak muda dalam mempertahankan kemerdekaan. Semangat Pertempuran 5 Hari di Semarang di sekitar kawasan ini, dilambangkan dengan nyala api di puncak tugu.

Awalnya, taman ini dibangun sebagai persembahan bagi Ratu Wilhelmina II. Mungkin dulu dimaksudkan, ratunya melihat keindahan taman dari Lawang Sewu kali ya?

2.      Kota Lama

Galeri Wisata

Kawasan Kota Lama (Oudestad) memiliki luas total sekitar 31 Ha. Hampir semua bangunan yang ada merupakan peninggalan masa kolonial abad 18-20 sekaligus pusat perdagangan kala itu.

Dijuluki pula Little Netherland karena seolah menjadi kota tersendiri, lengkap dengan benteng yang mengelilinginya berbentuk segi lima. Semua bangunannya mengacu pada arsitektur bangunan Eropa.

Ada pula Jembatan Mberok (De Zuider Por) yang dulu dapat dibuka tutup agar kapal bisa melintasi Kali Semarang. Kini melalui Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), kawasan ini ditata dan diajukan menjadi salah satu World Heritage ke Unesco di tahun 2020.

Puluhan bangunan di kawasan ini kini sudah mulai direvitalisasi dan difungsikan kembali. Alhasil, geliat pariwisata mulai terasa.

Greja Blenduk adalah salah satu ikon bangunan paling terkenal karena arsitekturnya yang paling unik. Ada pula De Spiegel, De Koloniale Bank (Bank Mandiri), NV Cultuur Maatschapipij der Vorstenlanden (PTP Nusantara XV), Gedung Marba (dh De Zikel), RM Ikan Bakar Cianjur, Monod Diephuis dan masih banyak lagi.

Satu taman paling terkenal yakni Taman Sri Gunting, dulu merupakan parade plein. Gunanya buat mengumpulkan para tentara, baris berbaris dan berlatih, tepat berada di depan Gedung Oudetrap, dan disamping Greja Blenduk.

Mau lebih tahu tentang semua gedung di kawasan ini? Kamu bisa unduh aplikasi Kota Lama Semarang yang sementara ini baru ada Google Store.

3.      Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Galeri Wisata

Masjid Agung Jawa Tengah dibangun pada 2001 hingga 20016 dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Arsitekturnya menggabungkan unsur Jawa, Romawi dan Islam dibuktikan dengan atap limas namun terdapat kubah selebar 20 meter persegi.

Baca juga :  Jamu Anti Corona Dari Wonolopo Semarang

Unsur Romawi terdapat pada 25 pilar di pelataran yang mirip dengan koloseum di Roma. Menariknya, semua pilar ini dihiasi dengan nama-nama Nabi dan Rosul sebanyak 25 orang ditambah dengan tulisan dua kalimat syahadat dan ‘Sucining Guno Gapuraning Gusti’.

Lebih menarik, terdapat Menara Al Husna yang memiliki ketinggian 99 meter seiring 99 Nama Allah. Di puncak menara terdapat teropong untuk melihat Kota Semarang dan dapat digunakan untuk mencari hilal pada awal Ramadhan dan Syawal.

Mau menginap di sini? Bisa kok. Disediakan 23 kamar penginapan bagi peziarah maupun pelancong.

Di Hari Jumat atau hari besar Islam lainnya, 4 payung elektrik akan dibuka. Ini mirip dengan yang ada di Mekkah dan Madina.

4.      Klenteng Sampokong

Galeri Wisata

Klenteng Sampokong dipercaya merupakan lokasi pertama Laksmana Ceng Ho yang beragama Islam mendarat di Semarang. Di sana terdapat petilasan berciri keislaman berbunyi ‘marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan al-Quran’.

Kawasan ini berkembang menjadi nama Gedung Batu karena adanya gua batu besar yang kini digunakan untuk meletakkan berbagai patung dewa Tionghoa. Awalnya, gua batu tersebut bentuknya mirip tempat sembahyang sehingga orang-orang Indonesia keturunan Tionghoa menganggapnya sebagai klenteng.

Lambat laun berkembang, kini selain menjadi klenteng juga merupakan tempat wisata terkenal. Terdapat Patung Ceng Ho tertinggi di dunia terbuat dari perunggu dengan tinggi 10,7 meter, lebih tinggi dari patung yang sama di Melaka.

Pada peringatan pendaratan Ceng Ho ke-600, digelar arak-arakan dari Klenteng Tay Kak Sie ke Sampokong. Selain itu, Kementrian Pariwisata sudah menjadikan arak-arak ini sebagai salah satu Calender of Event (CoE) nasional.

5.      Vihara Buddhagaya

Galeri Wisata

Salah satu keistimewaan Vihara Buddhagaya ada keberadaan Pagoda Avalokittesvara. Memiliki tinggi 45 meter, pagoda ini dinobatkan sebagai yang tertinggi di Indonesia.

Pada bangunan ini juga sangat kental dengan budaya Tiongkok yang merupakan bangunan suci sebagai perwujudan Metta Karuna (cinta kasih) para Buddha di alam semesta ini. Terdiri dari tujuh tingkat yang menjadi tempat dari sekitar 30 patung pemujaan.

Di dalamnya terdapat sebuah rupa Avalokitesvara Boddhisatva raksasa setinggi 5 meter. Ia  mendiami rongga tengah pagoda dan dikelilingi gunungan buah-buahan dan bunga sebagai persembahan.

Pembangunan pagoda mulai pada bulan Agustus 2004 dan diresmikan pada tanggal 14 Juli 2005. Pagoda ini juga dikenal dengan nama Pagoda Kwan Im karena memang tempat ibadah umat Buddha.

Ada pula pohon Boddhi di sekitar pagoda dimana di pohon ini konon merupakan tempat pertama Sang Buddha bermeditasi. Terdapat pula batu yang bentuknya mirip gong yang menjadi penanda awal mula daerah Watugong, tempat vihara berada.

6.      Waduk Jatibarang dan Goa Kreo

Galeri Wisata

Waduk Jatibarang tidak saja berfungsi sebagai area tangkapan air sekaligus pencegah banjir di Kota Semarang. Namun lebih dari itu, juga menjadi destinasi wisata air, apalagi di kota ini belum pernah ada waduk sebelumnya.

Daya tampung airnya mencapai 20,4 juta kubik. Kehadiran perahu wisata menjadikan destinasi ini lebih menarik, selain keberadaan jembatan besar berwarna dominan merah.

Menariknya, di tengah lokasi waduk ada sebuah pulau kecil dengan Goa Kreo di dalamnya. Lebih menarik lagi, di kawasan ini berdiam ratusan monyet ekor panjang yang terdiri dari 3 kelompok besar.

Baca juga :  Marabunta Resto and Bar, Tempat Makan Enak Berlatar Historis di Kota Lama

Monyet di sini relatif jinak namun menyukai minuman berwarna dalam botol. Jika keberadaan makanan mereka menipis, mereka menyerbu ladang dan sawah milik warga sekitar.

Keberadaan Goa Kreo sendiri tidak lepas dari kisah perjalanan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk tiang Masjid Demak. Begitu pula dengan legenda empat kera berwarna merah, kuning, putih dan hitam yang membantu Sang Sunan.

Makanya setiap Lebaran H+3, ada tradisi Sesaji Rewandha untuk menjamu para monyet penghuni kawasan ini.

7.      Pantai Marina

Galeri Wisata

Pada mulanya, Pantai Marina merupakan satu-satunya wisata pantai di Kota Semarang. Saat ini sudah hadir Pantai Maron.

Namun Pantai Marina lebih dikelola secara profesional sehingga relatif lebih bersih untuk bewisata. Ditunjang dengan pantai pasir putih buatan serta perahu-perahu wisata, menjadikannya lebih dikenal warga.

Pemandangan Pelabuhan Tanjung Emas dan aktivitas nelayan pencari ikan, sangat menarik. Begitu pula untuk hunting sunset juga cocok.

8.      Grand Maerakaca

Galeri Wisata

Diilhami dari kehadiran Taman Mini Indonesia Indah, Grand Maerakaca (dulu bernama Puri Maerakaca) hadir membawa budaya dan tradisi 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. Rumah-rumah adat, semuanya ada di sini.

Rebranding tidak hanya mengubah nama Puri Maerakaca, namun sejumlah usaha juga dilakukan, seperti: pembangun pathways sea walk, tracking mangrove, gapura bambu, jembatan beton, mini plaza Blora, Joglo tiket dan informasi, dermaga apung Rembang, revitalisasi dermaga sepeda air, dummy cottage, angkringan kemambang, time tunnel water park legenda Cheng Ho, dan logo raksasa Grand Maerakaca.

Tracking mangrove dengan jembatan bambu nantinya akan mengelilingi tambak bandeng dan berada di sisi utara Maerakaca. Tambak bandeng tersebut merupakan miniatur Laut Jawa.

Sementara itu, di sekeliling tambak, terdapat anjungan yang menyesuaikan posisi geografis kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

Grand Maerakaca menjadi satu lokasi dengan PRPP, yang menjadi pusat kegiatan, pameran dan eksebisi di Jateng. Setiap tahun digelar pula Jateng Fair yang mengkolaborasikan pameran produk inovasi dan gelaran musik.

9.      Simpanglima

Galeri Wisata

Sudah sejak lama, Simpanglima menjadi ikon Kota Semarang. Nama aslinya adalah Lapangan Pancasila yang merupakan titik pusat pertemuan 5 jalan utama di kota ini.

Di sekitarnya terdapat pusat-pusat perbelanjaan, hotel dan sentra kuliner. Penataan dan revitalisasi Simpanglima dan Jalan Pahlawan menjadikannya lebih gilar-gilar serta menjadi ajang kumpul dan nongkrong anak muda Semarang.

Ke depannya, Pemkot Semarang berencana membangun Simpanglima sebagai kawasan bersusun dengan kehadiran parkir di basement serta public space di atasnya. Ini juga sekaligus sebagai antisipasi mengurangi kemacetan di kawasan ini.

10.  Semarang Bridge Fountain

Galeri Wisata

Air mancur menari ditimpa dengan cahaya berwarna-warni menjadi ikon baru Kota Semarang sejak awal tahun 2019. Lokasinya persis di atas Jembatan Banjir Kanal Barat.

Jam operasionalnya hanya pada akhir pekan saja. Pastikan setiap Jumat dan Sabtu setiap pukul 19.30-20.00 dan 21.30-22.00, kamu ada di sana untuk menyaksikannya.

Ratusan warga dan wisatawan selalu ada untuk menontonnya pada jam operasionalnya. Bahkan pada malam pergantian tahun 2019, jutaan warga tumplek blek untuk melihat dari dekat Semarang Bridge Fountain ini.

Nah itu tadi 10 destinasi wisata unggulan dan paling keren yang ada di Kota Semarang. Selain itu, masih banyak pula destinasi wisata lainnya yang harus kamu kunjungi saat mampir di Semarang.

Artikel Lainnya

Leave a Comment